Friday, September 4, 2009

MONYET DAN TOPI

       Alkisah seorang penjual topi berjalan melintasi hutan, karena cuaca panas, ia memutuskan
       beristirahat sejenak di bawah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan
       keranjang berisi topi-topi dagangan disampingnya. Beberapa jam kemudian ia
       terlelap dan terbangun oleh suara-suara gaduh.
       Hal pertama yang disadarinya adalah semua topi dagangannnya telah hilang.
       Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet diatas pohon. Ia mendongak ke atas
       dan betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet. Semuanya
       mengenakan topi-topinya.
       Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya agar ia bisa
       mendapatkan kembali topi-topi dagangannya. Ia berpikir, dan mulai
       menggaruk-garukkan kepalanya,ternyata monyet-monyet itu menirukan tingkah
       lakunya. Kemudian ia melepaskan topinya dan mengibas-ngibaskan ke wajahnya.
       Dan ternyata monyet-monyet itupun melakukan hal yang sama.
       "Aha!" ia mendapatkan ide,lalu dibuanglah topi itu ke tanah. Ternyata
       monyet-monyet itupun membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah.  Segeralah
       si penjual mengumpulkan semua topi-topinya dan melanjutkan perjalanan.
       50 tahun kemudian, cucu dari si penjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi
       dan telah mendengar kita monyet-monyet tersebut dari sang kakek. Suatu ketika,
       persis saat melintasi hutan yang sama. Ia beristirahat dan meletakan keranjang
       topi dagangan di sampingnya. Saat terbangun ia menyadari kalau monyet-monyet
       telah mengambil semua topi-topinya.
       Ia lalu teringat kisah kakeknya untuk menggaruk-garukkan kepala. Ternyata
       monyet-monyet itupun menirukannya. Kemudian ia melepas  topinya dan
       mengibar-ngibarkan ke wajahnya,monyet- monyet itu masih menirukannya. Nah,
       sekarang, ia melempar topinya ke tanah. TAPI, kali ini ia yang terkejut, karena
       monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegang topi-topi itu
       erat-erat.
       Kemudian, seorang monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh
       cucu penjual topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata,
        "EMANGNYA CUMA
SITU AJA YANG PUNYA KAKEK ?"

No comments:

Post a Comment